Bandara Adisucipto pagi ini sudah penuh sesak dengan manusia. Termasuk kami yang pagi ini harus berangkat ke Lampung untuk memenuhi undangan pementasan dari salah satu EO yang ada di Lampung. Kali ini Jikustik menggunakan pesawat Lion Air pukul 07.00 – sudah terbayang pukul berapa kita harus bangun dan segera meluncur ke bandara. Adhit, Dadi, Carlo, dan Brian sudah terlihat di bandara pagi ini dengan muka-muka bangun tidur. Penerbangan ke Lampung akan melalui transit di Jakarta dan akan terbang ke Lampung pukul 14.00.
Tapi rupanya perjalanan panjang ini belum selesai, karena ternyata setelah tiba di Bandara Soekarno Hatta kita menerima kabar bahwa pesawat Sriwijaya Air delay hingga pukul 15.40. Sungguh sebuah kabar buruk, berarti kita harus membetahkan diri nongkrong di Bandara Soekarno Hatta hingga jadwal keberangkatan tersebut. Di pertengahan waktu menunggu kita masih harus mendapatkan kabar engunduran jadwal lagi hingga pukul 15.50. Gapapalah cuma mundur 10 menit, dan alhamdulillah akhirnya kita jadi berangkat menuju Lampung tanpa harus mendapatkan kabar delay lagi.
Yang mengundang Jikustik adalah Suzuki untuk acara launching Ertiga, sebuah mobil baru bermerk Suzuki yang katanya Adhit sih bagus. Setiba di Bandara Lampung kita disambut dengan ramah dan hangat oleh panitya dari Suzuki, sebuah keramahan yang khas dimiliki oleh mayoritas warga Indonesia. Sebuah kebanggaan tersendiri saat melihat bagaimana ternyata bangsa kita ini memiliki sikap yang santun dan penuh dengan rasa persahabatan.
Berbeda dengan bandara Jogjakarta, ternyata bandara Lampung ini tidak terlalu dekat dengan pusat kota Lampung – kita masih harus menempuh perjalanan dengan mobil sekitar satu jam untuk menuju pusat Kota Lampung.
Karakternya hampir mirip dengan Pekanbaru, di sepanjang jalan banyak sekali kita melihat ruko dan toko-toko konvensional. Dari situ bisa dipastikan bahwa daya beli masyarakat Lampung tergolong cukup tinggi, mungkin karena banyaknya kebun sawit disana sehingga bisa mengangkat taraf perekonomian warga Lampung.
Kita langsung menuju ke Hotel Sahid di Jalan Yos Sudarso, hotel ini cukup unik. Kita akan bisa melihat dengan sangat jelas bahwa hampir semua hotel Sahid di Indonesia bernuansa sama, cenderung berkesan kuno dan kurang perbaikan disana sini
. Sudah bisa dipastikan bahwa seelah itu kita segera sibuk mengcharge hape masing masing dan langsung tersungkur di tempat tidur hingga pukul 20.00 ketika waktu sound check tiba.
Sound check kita lakukan dengan lancar, kali ini kita dibantu Bayu dari band Bintang sebagai additional bass. Seorang bassist muda berbakat dari Jogjakarta ang sering membantu Jikustik sebagai session player bass. Brian keliatan sedang giat membanding-bandingkan mic barunya dengan mic-mic lain yang ada di panggung, mungkin karena masih baru kali yaaa :p.
Setelah kelar sound check kita langsung kembali menuju hotel untuk beristirahat. Besok pagi aku lanjutin lagi ya nulisnya, malam ini sungguh sangat butuh istirahat.
——————————–
Pagi yang semi siang ini anak-anak Jikustik sibuk mempersiapkan diri untuk pementasan di siang harinya. Pementasan ”Launching Suzuki Ertiga” di Lampung ini diselenggarakan siang hari dari pukul 12.00 – 16.00. Akhirnya kita keluar dari hotel pukul 12.00 sekalian check out.
Kali ini Jikustik pentas dalam dua sessi, yang pertama pada pukul 13.00 dan yang kedua pukul 15.00. Kita membawakan sekitar 10 lagu dalam dua sessi tersebut, tanggapan dari penonton pun sangat baik. Mereka menonton sambil mengamati dan test drive Suzuki Ertiga, penonton Lampung walaupun tidak agresif namun memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap Jikustik dengan formasi barunya. Diluar dugaan ternyata ada juga beberapa Jikustikan yang hadir untuk menonton kita.
Akhirnya kita menutup pementasan siang hari tersebut untuk segera meluncur ke bandara Lampung dikarenakan kita mendapatkan tiket penerbangan sore. Setibanya kita di Jakarta kita disambut dengan hangat oleh Rendha dan Thoethie di mess Jikustik.
