Hari Kedua
Hampir tepat pada pergantian hari menuju tanggal 26 Februari 2012 pukul 00.00, mendadak pendopo menjadi gelap. Panitia yang dipimpin Nitha mewakili seluruh Jikustikan tiba-tiba muncul dari belakang pendomembuat kejutan dengan membawa kue ulang tahun dan menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun bersama-sama, Jikustik sempat terdiam dan cukup terkejut disampaikan oleh Dadik dengan berkata “sebenernya sempat kepikiran pasti akan dibuatkan kejutan, tapi itu tadi…sekarang sudah lupa..” Setelah menyanyikan lagu ulang tahun, Jikustik dipersilakan meniup lilin dan berdo’a yang dipimpin oleh Icha. dan memotong kue ulang tahun Jikustik yang ke 16. Beberapa Jikustikan menyerahkan kado istimewa dari Purin berupa bunga & Novi berupa gambar karikatur. Terjadi suasana haru saat salah satu Jikustikan yang bernama Novi (Depok) sempat menitihkan airmata saat menceritakan betapa dia sangat mengagumi Jikustik dan bangga menjadi Jikustikan serta meminta Jikustik agar tidak pernah berhenti berkarya. Acara surprise ulang tahun Jikustik ditutup dengan spontan menyanyikan lagu Kemesraan dengan saling rangkul dan di sana keharuan memuncak. Menjelang pagi acara pun dicukupkan untuk istirahat sambil bakar jagung.
Setelah sinar surya mulai kembali menyinari Dolandeso Boro, peserta mulai dibangunkan satu-persatu juga sarapan beberapa makanan kecil dan segelas teh hangat bahkan beberapa Jikustikan sudah ada yang mulai jalan dan foto-foto menikmati alam sekitar. Hingga pukul 08.00, setelah sarapan seluruh personel Jikustik juga peserta kumpul di pendopo untuk melakukan senam pemanasan yang dipimpin oleh Andreas (Jogja) yang jadi dikenal dengan image Guru Olahraga galak oleh beberapa Jikustikan. Selanjutnya adalah kegiatan jalan pagi sambil bercerita dan berfoto-foto mengitari bukit bersama-sama Jikustik di sekitar lokasi yang dipimpin oleh Pak Bowo sambil dari Dolan Deso. Jalan pagi pun berakhir pukul 09.00 dan peserta kumpul kembali di pendopo untuk istirahat selama 10 menit. Setelah istirahat, mulailah kegiatan yang kabarnya adalah kegiatan paling berkesan di acara Liburan Bareng Jikustik yakni outbound yang juga dipimpin oleh Pak Bowo.Outbond dimulai dengan ice breaking melalui beberapa permainan kecil seperti berhitung namun dengan beberapa improvisasi yang cukup membuat peserta berkali-kali salah. Padahal sebelum outbound dimulai Pak Bowo sudah berpesan bahwa inti dari games ini adalah fokus, totalitas, dan lakukan yang terbaik. Kemudian peserta dibagi menjadi dua kelompok dan membuat yel secara spontan. Berlanjut ke acara games yang pertama adalah games melepaskan tangan yang berkaitan yang cukup menguras akal dan strategi, kemudian dilanjutkan dengan game di lumpur seperti lompat keluar dari ring tanpa terkena tali dimana harus terjadi saling angkat-mengangkat teman dan game mengeluarkan bola dengan cara mengisi air ke dalam pipa berlubang. Sungguh game yang sangat melatih kerja sama antar pemain. Setelah itu peserta melakukan games ketangkasan seperti jalan diatas bambu dan halang rintang. Games halang rintang ini sangat berkesan karena takkan pernah terlihat sebelumnya Jikustik berada pada jembatan kayu dengan tubuh yang sekarang sudah ‘sintal’ menurut Icha sulit untuk berkeseimbangan atau bergerak lincah seperti dulu.
Outbound terakhir adalah mengarungi arus sungai dengan ban dan bermain di sungai. Lucunya adalah di sini tidak semua mencoba naik ban, justru hanya berendam di sungai sambil membersihkan pakaian kotor karena lumpur. Terlihat yang paling bahagia dan membuat tawa seluruh peserta adalah tingkah laku Icha & Carlo yang bercanda kegirangan seolah teringat masa kecil di kampong mereka masing-masing. Pukul 12.00, acara outbound berakhir dan peserta dipersilakan bersih-bersih dan ISHOMA. Jam 13.30, peserta kumpul di pendopo untuk acara penutupan yang berisi penutupan dari pihak Dolan Deso, kesan-kesan dari Jikustik dan Jikustikan, dan pembicaraan mengenai kepanitiaan liburan selanjutnya untuk acara ulang tahun Jikustik yang ke 17, dan terpilihlah Adi (Bandung) sebagai ketua panitia tersebut. Setelah itu, acara diakhiri dengan pembacaan doa dari H. Mirza Hakim. Kemudian diadakan sesi foto-foto dan tandatangan merchandise. Sungguh sebuah acara liburan yang sederhana tapi tidak ada ‘jaim’ dari Jikustik ataupun Jikustikan semua berbaur bersama dalam tawa hingga akan menjad satu kenangan yang mungkin sulit dilupakan sepanjang masa.
SALAM KEMBALI INDAH

